Wah, biaya traveling tahun ini diprediksi bakal makin mahal

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Berniat untuk pelesiran tahun ini? Maka bersiaplah karena biaya untuk berwisata diprediksi akan lebih mahal dari 2018. 

Dari laporan tahunan Global Travel Forecast, ada kenaikan harga pada tiket pesawat dan akomodasi. Laporan yang dipublikasikan dalam Global Business Travel Association (GBTA) and Carlson Wagonlit Travel (CWT) ini memaparkan bahwa tiket pesawat akan naik merata hampir di seluruh wilayah dunia. 

Misalnya di Eropa Barat, prediksi kenaikan harga tiket pesawat mencapai 4,8{2e28b669b709b1af71f130f5636ed06e6640ff00e34755f602b62fec31392b8c}. Norwegia disebutkan menjadi negara dengan penjualan tiket pesawat paling naik drastis sampai 11,5{2e28b669b709b1af71f130f5636ed06e6640ff00e34755f602b62fec31392b8c}.

Kemudian daerah Asia Pasifik akan mengalami peningkatan harga tiket pesawat 3,2{2e28b669b709b1af71f130f5636ed06e6640ff00e34755f602b62fec31392b8c}. Khusus China peningkatan akan mencapai 3,9{2e28b669b709b1af71f130f5636ed06e6640ff00e34755f602b62fec31392b8c}. India diprediksi naik 7,3{2e28b669b709b1af71f130f5636ed06e6640ff00e34755f602b62fec31392b8c} dan Selandia Baru 7,5{2e28b669b709b1af71f130f5636ed06e6640ff00e34755f602b62fec31392b8c}.

Uniknya Eropa Timur, Timur Tengah, dan negara-negara di Afrtika justru diprediksi akan mengalami penurunan harga tiket pesawat sekitar 2,3{2e28b669b709b1af71f130f5636ed06e6640ff00e34755f602b62fec31392b8c}. 

Sedangkan harga hotel di daerah Asia Pasifik diprediksi naik 5,1{2e28b669b709b1af71f130f5636ed06e6640ff00e34755f602b62fec31392b8c}, Selandia Baru naik sampai 11,8{2e28b669b709b1af71f130f5636ed06e6640ff00e34755f602b62fec31392b8c}. Justru akomodasi di Jepang yang diprediksi turun harga hingga 3,2{2e28b669b709b1af71f130f5636ed06e6640ff00e34755f602b62fec31392b8c}. 

Mengapa Harga Tiket Pesawat dan Hotel Naik? Menurut laporan Global Travel Forecast, harga tiket pesawat pada 2018 terbilang di titik rendah. Banyaknya peningkatan permintaan akan tiket pesawat pada 2018 menjadi salah satu faktor kenaikan harga tiket. 

Faktor lainnya adalah kenaikan harga bahan bakar avtur, kurangnya tenaga pilot, dan kompetisi maskapai yang semakin ketat. 

Penerbangan langsung super panjang (ultra long haul flights) diprediksi akan semakin dipilih 2019 untuk menghemat biaya bepergian. Sedangkan kenaikan harga akomodasi disebutkan terjadi karena banyak hotel yang meningkatkan teknologi untuk pengalaman para tamu. 

Mulai dari teknologi seperti hiburan dalam kamar, pengenalan wajah, dan aplikasi seluler. Banyaknya wisatawan luar negeri yang bepergian juga semakin menumbuhkan pasar hotel tak terkecuali soal harga. (Silvita Agmasari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tahun Ini Biaya “Traveling” Diprediksi Lebih Mahal”

Reporter: Tendi Mahadi
Editor: Tendi

Reporter: Tendi Mahadi
Editor: Tendi
Video Pilihan

You may also like...