Program promo wisata dari Pegi Pegi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menjelang akhir tahun, para pebisnis travel mulai melempar jaring ke pasar. Tak cuma biro wisata konvensional, pebisnis biro wisata online. Seperti Pegi Pegi.

Evlin Winter, Senior Strategic Marketing Manager Pegi Pegi menyatakan jelang libur akhir tahun ini, pihaknya menggelar sejumlah program promosi yang terbagi dalam tiga periode. Ada Gemerlap Promo Akhir Tahun (Gempita) Spesial yang berlangsung di awal bulan November, lantas periode kedua mulai tanggal 28 – 30 November nanti.  

Di program tersebut, ada potongan tarif hingga 50% untuk tiket pesawat dan potongan yang sama untuk pemesanan hotel. Ada lagi Gempita Ekstra dengan potongan tarif hotel minimal sebesar 12%.

Untuk menarik minat lebih banyak lagi pengguna. Pegi Pegi juga menjalin kerjasama dengan sejumlah bank. Seperti BNI, Citibank dan DBS. Bentuknya penawaran diskon untuk tiket pesawat dan hotel kalau memesan dari tiga bank tersebut.

Sayang, Evlin tidak merinci lebih lanjut soal target bisnis dari hajatan tersebut. Dari catatan KONTAN, transaksi bisnis Pegi Pegi di paruh pertama naik dua kali lipat dari periode serupa tahun lalu.
 

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon
Video Pilihan

Cara pemerintah agar sektor pariwisata kian moncer tahun depan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun 2019, prospek sektor pariwisata Indonesia diprediksi kian cerah. Meski di tengah ketidakpastian perekonomian global dan tahun politik pesta demokrasi di dalam negeri.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan, deregulasi di Indonesia dalam rangka untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman) dan investor difokuskan pada dua kebijakan yakni “ease of entering Indonesia” dan “ease of doing business” (FDI).

“Ada tiga hal yang dilakukan Pemerintah untuk kemudahan masuk ke Indonesia yakni kebijakan bebas visa, menyederhanakan aturan bagi masuknya kapal pesiar asing atau yacht, dan mencabut asas cabotage untuk cruise asing,” kata Arief Yahya dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Selasa (27/11).

Pihaknya juga akan terus menerapkan strategi pemasaran yang tepat untuk menyasar segmen pariwisata milenial dan menerapkan promosi yang selalu go digital.

Di sisi lain dilakukan pula dukungan terhadap pengembangan usaha rintisan pariwisata, mempermudah akses melalui program nomadic tourism, serta menargetkan pengembangan 100 destinasi digital yang instagramable di seluruh Indonesia.

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Yudho Winarto

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Yudho Winarto
Video Pilihan

Lowongan paruh waktu lewat aplikasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sudah ada 20 lamaran kerja yang dikirimkan Fredy selama setahun terakhir. Pria 21 tahun ini melayangkannya ke sejumlah perusahaan, baik melalui kenalan maupun lewat e-mail perusahaan. Namun, baru lima kali saya dipanggil, tuturnya.

Itu pun tak satu pun perusahaan yang menerimanya sebagai karyawan, padahal pria yang tinggal di Sunter, Jakarta Utara ini mengaku hanya melamar sebagai petugas kebersihan. Maklum, pengalaman kerja terakhirnya pada 2016-2017 adalah sebagai house keeper di sebuah hotel di Jakarta.

Selama hampir setahun ini, Fredy menjadi pengemudi ojek online. Kurang puas dengan penghasilan dari ojek, ia ingin mencari penghasilan tambahan. Berbekal kebiasaan wara-wiri di media sosial, ia mendapat informasi soal aplikasi penyedia informasi lowongan kerja paruh waktu. Tiga hari lalu, saya mendaftar dan hari ini langsung dipanggil untuk wawancara, tuturnya.

Fredy mengaku mengincar pekerjaan sebagai kurir. Maklum, ia sudah terbiasa di jalanan sebagai pengemudi ojek.

Tujuan serupa juga mempertemukan Fredy dengan Suhendra (48) yang dua bulan terakhir tak bekerja setelah diberhentikan sebagai penagih utang (debtcollector). Bosan tinggal di rumah saja, ia mendaftar ke Helpster untuk menjadi kurir. Saya sudah biasa pekerjaan lapangan, makanya saya melamar sebagai kurir saja, ujar ayah dua anak ini.

Fredy dan Suhendra adalah dua dari sekitar puluhan pencari kerja yang ditemui Tabloid KONTAN saat menyambangi kantor Helpster, Kamis (22/11) di kawasan Thamrin City, Jakarta Pusat. Mereka sedang mengikuti proses seleksi menjadi mitra aplikasi Helpster.

Asal tahu saja, Helpster merupakan sebuah perusahaan rintisan berbasis aplikasi yang mempertemukan pencari dan pemberi kerja. Beda dengan perusahaan lowongan kerja umumnya, perusahaan ini fokus pada pekerjaan paruh waktu. Belakangan ini, aplikasi serupa juga marak, seperti Kerjaholic, YesJob, dan Bilikkerja.

Aplikasi pendatang baru ini memang unik. Di Helpster, misalnya, ada dua klasifikasi pelamar, yaitu general dan VIP. Pelamar general adalah mereka yang sudah mendaftar menjadi mitra di aplikasi tetapi belum datang wawancara. Sedangkan kategori VIP adalah pelamar yang sudah datang untuk wawancara dan lolos seleksi.

Kelebihan mitra VIP adalah bisa mengakses semua informasi lowongan pekerjaan di aplikasi. Mitra general hanya bisa mengakses informasi tertentu. Kelebihan lain mitra VIP adalah mendapat notifikasi dari tim Heplster bila ada lowongan kerja yang sesuai dengan kualifikasinya.

Mirip alih daya

Helpster pertama kali beroperasi di Thailand sekitar tahun 2015. Aplikasi ini melebarkan sayap ke Indonesia pada akhir 2016 dengan nama PT Helpster Solutions Indonesia.

Cara kerja Helpster tidak jauh beda dengan perusahaan alih daya (outsourcing). Mereka melakukan perekrutan calon pekerja sesuai kebutuhan klien pemberi kerja. Bedanya, proses perekrutan berbasis aplikasi.

Ini juga yang membedakan Helpster dengan aplikasi penyedia informasi lapangan kerja lainnya, seperti JobDB, JobStreet, dan Karir.com. Aplikasi ini hanya menayangkan informasi lowongan kerja dari klien pemberi kerja. Proses perekrutan menjadi urusan HRD perusahaan pemberi kerja.

Nah, selain menayangkan informasi lowongan kerja pemberi kerja, Helpster juga menyeleksi awal calon pekerja (first screening), lantas menyalurkannya ke pemberi kerja. Bila pencari kerja sudah diterima di perusahaan, gajinya diberikan melalui Helpster oleh pemberi kerja. Gaji biasanya dibayar mingguan dan ditalangi dulu oleh Helpster. Selanjutnya, setiap bulan dikirimkan tagihan (invoice) ke pemberi kerja.

Marselina Agusta, Marketing Manager Helpster mengatakan, aplikasi ini mencoba memberikan solusi dari celah dan masalah yang ada di penyaluran tenaga kerja konvensional (outsourcing dan semacamnya) dan Helpster menggunakan teknologi untuk membuat segala proses staffing menjadi lebih mudah, cepat, dan murah, baik bagi perusahaan maupun pencari kerja. Kami juga berusaha membantu para pekerja temporer atau daily worker untuk mendapatkan akses ke pekerjaan-pekerjaan dengan lebih mudah, yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka, dan memberikan sumber penghasilan yang baik, ujarnya.

Untuk menjadi mitra Helpster, pencari kerja cukup mengunduh aplikasi Helpster, melengkapi profil dan data diri sebagai CV online, menentukan pekerjaan yang dipilih, dan melamar melalui aplikasi Helpster. Helpster juga memiliki program VIP Helpster yang terdiri dari pool pekerja yang telah melalui proses screening dan seleksi oleh tim rekrutmen Helpster. Biasanya melalui wawancara di kantor Rekrutmen Helpster dan referral, jelas Marselina.

Selanjutnya, pihak perusahaan-perusahaan klien Helpster akan meninjau daftar pelamar kerja, menghubungi mereka, dan mempekerjakan mereka. Pekerja akan menerima pekerjaan tersebut melalui aplikasi Helpster. Kemudian, absen kehadiran (absen masuk dan absen keluar atau clock in/clock out) juga dilakukan melalui aplikasi. Pihak pemberi pekerjaan akan mengecek daftar absensi (timesheet) dan Helpster akan membayarkan gaji untuk setiap hari kehadiran pekerja sesuai kesepakatan, ujarnya.

Untuk semua proses ini, menurut Marselina, pihak Helpster tidak memungut biaya kepada pekerja. Gajinya juga tidak dipotong. Pihak Helpster menjamin gaji yang dibayarkan tepat waktu dan sesuai periode yang ditentukan, ujarnya.

Pekerja dapat fleksibel mengatur jadwal mereka dan mengambil pekerjaan yang tersedia di Helpster. Pekerjaan yang tersedia meliputi pekerjaan di industri logistik/ pergudangan, promosi, layanan hospitalitas (makanan & minuman), ritel, layanan konsumen, dan input data. Jenis-jenis pekerjaan antara lain petugas promosi dan penjualan (SPG/SPB), penjaja langsung (sales motoris), petugas lapangan, pekerja gudang, kurir, administrasi, layanan pelanggan, tata graha, kru acara, dan lainnya.

Jumlah mitra VIP Helpster saat ini ada sekitar 6.000 yang tersebar terutama di Jabodetabek. Pengguna aplikasi mencapai 100.000, dengan rata-rata 200-400 pengguna melamar kerja melalui aplikasi setiap hari. Seluruh pekerjaan di aplikasi Helpster telah melalui kurasi dari tim Helpster dan dipastikan merupakan pekerjaan yang legit dari perusahaan yang terpercaya. Setiap bulan, ada sekitar 100 listing pekerjaan, baik pekerjaan baru maupun permintaan pekerja berulang (penambahan), tutur Marselina.

Selain Helpster, aplikasi lainnya yang membidik segmen pekerja paruh waktu adalah Kerjaholic milik PT Kerjaholic Inovasi Teknologi. Perusahaan yang beroperasi di Jakarta dan Semarang ini berdiri pada 9 Juni 2018. Salah satu nama yang tercatat sebagai pendiri adalah Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo. Selain putra sulung Presiden Jokowi, pendiri lainnya adalah Leonard Hidayat, Josh Ching, Michael, dan Daniel Hidayat.

Michael, Co-Founder menyebutkan, Kerjaholic adalah aplikasi yang menghubungkan pemberi kerja dengan pencari kerja terutama pekerjaan paruh waktu dan freelance. Tetapi, menurutnya, aplikasi ini juga bisa melayani pencari kerja full time. Kami membidik semua pekerjaan di semua industri, jelasnya.

Startup ini didirikan pada 9 Juni 2018, sementara beroperasi hanya di Jakarta dan Semarang. Di Kerjaholic, anggota bisa menawarkan lowongan pekerjaan dengan fitur Bosholics, atau mencari pekerjaan dengan fitur Pekerjaholics.

Sumber pemasukan Kerjaholic adalah dengan mengambil komisi tiap kali seorang pencari pekerja berhasil mendapatkan karyawan lepas atau paruh waktu yang mereka butuhkan.

Saat ini, setidaknya rata-rata ada lima lowongan pekerjaan baru setiap hari yang dipasang di aplikasi ini, dengan 1.000 average daily views dan 20 pekerja yang mendapatkan pekerjaan per hari. Total sudah ada 6.000 user terdaftar di database kami, tutur Michael.

Baru-baru ini, Kerjaholic mendapat pendanaan pra-seed sebesar US$ 25.000 atau sekitar 500 juta lebih dari angel investor. Dana segar pre-seed akan digunakan untuk terus melakukan validasi pasar, menerbitkan fitur-fitur baru dan mengembangkan aplikasi iOS, ujar Michael.

Reporter: Petrus Dabu
Editor: Havid Vebri

Reporter: Petrus Dabu
Editor: Havid Vebri
Video Pilihan

Start up travel online terus bermunculan

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Usaha rintisan bidang travel online juga merasakan manisnya bisnis wisata saat ini. Seperti Travacello.

Menurut Jonathan Thamrin, Chief Executive Officer Travacello, selama menjalankan bisnis tersebut selama dua tahun, pertumbuhan bisnisnya tergolong positif. Ia proyeksi terjadi lonjakan transaksi penjualan paket wisata hingga 50% di tahun ini dari tahun lalu.  Yakni saban bulan  ada transaksi pembelian empat paket wisata dengan rata-rata jumlah orang per paket ada 10 orang.

Melihat hasil tersebut, ia pun berani menargetkan transaksi penjualan pada tahun 2019 nanti bisa tumbuh hingga dua kali lipat dari tahun ini. Namun, ia tidak bersedia menyebut besaran jumlah transaksi tersebut.

Keberhasilan Travacello tidak terlepas dari keberadaan empat paket yang ditawarkan, yakni hasil kreasi sendiri. Yakni open trip, private trip, diving  trip, serta corporate trip. Sudah begitu Travacello sudah menggandeng sejumlah resor dan destinasi wisata.

Melihat hal itu, pebisnis anyar pun bermunculan. Salah satunya Buka Kamar yang bakal beroperasi pada pertengahan Desember nanti.

Boby Haryadi, CEO Buka Kamar menyatakan pihaknya membidik kaum millineal dan para eksekutif yang punya mobilitas tinggi dan doyan traveling secara dadakan. “Atau bisa keluarga,” katanya, kepada KONTAN (29/11).

Tak lupa, sesuai namanya, Buka Kamar juga telah menggandeng 30 hotel di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali.

Denga segala persiapan tersebut, Boby menargetkan Buka Kamar pada kuartal I 2019 bis menjaring 1.000 transaksi. Sedangkan sepanjang 2019 nanti, pihaknya membidik omzet sebesar Rp 10 miliar.
 

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon
Video Pilihan

Pagelaran musik di Kalimantan sasar wisatawan Malaysia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Berencana liburan ke Kalimantan? Ya, karena akan ada Konser Wonderful Indonesia digelar pada 8 Desember nanti. Wisatawan crossborder asal Serawak, Malaysia, menjadi target utama pagelaran ini.

Plt Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani berharap penyelenggaraan festival akan semarak karena menghadirkan artis-artis populer.

“Festival Musik Wonderful Indonesia di PLBN Entikong tanggal 8 Desember 2018. Ikke Nurjannah akan tampil. Selain itu diisi hiburan band lokal dan penampilan musik sape serta penampilan tarian tradisional Kalimantan,” ujar Ni Wayan Giri Adnyani dalam siaran persnya, Jumat (30/11).

Acara berbalut musik dan pagelaran seni ini merupakan kolaborasi Kementerian Pariwisata bersama KJRI Malaysia. Peran pariwisata sangat penting untuk mengangkat potensi sebuah daerah sekaligus menggaet wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut.

Sekedar informasi saja, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Kalimantan Barat pada Mei 2018 mencapai 4.415 kunjungan atau naik 12,94% dibandingkan kunjungan wisman April 2018, sebesar 3.909 kunjungan. Peningkatan kunjungan wisman terjadi di dua pintu masuk Entikong dan Aruk masing-masing sebesar 133,29% dan 79,05%.

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Yoyok

Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Yoyok
Video Pilihan